Office 8, level 18-A Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53 Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan
085157374451

Analisis Politik dan Ekonomi

Studio

Di awal kemunculannya, political-economy merupakan studi tentang produksi dan konsumsi dengan parameter yang ditentukan oleh negara-bangsa. Istilah economie politique (ekonomi-politik) pertama kali muncul pada 1615 di Perancis melalui buku karangan Antoine de Monthcretien yang berjudul Traité de l’economie Politique. Namun, para ahli menemukan bahwa akar dari teori ini sudah muncul pada abad ke 13, melalui buku berjudul “Muqaddimah” karangan Ahli Sejarah dan Sosiolog Arab-Tunisia bernama Ibnu Khaldun. Dalam karya tersebut, Ibnu Khaldun membedakan antara ‘uang’ dan ‘rezeki’ yang dalam istilah ekonomi politik modern disebut surplus yang diperlukan untuk reproduksi ekonomi. Para pakar memandang bahwa Ibnu Khaldun merupakan pendahulu dari pemikiran Ekonomi Klasik, di mana untuk membangun peradaban dan kesejahteraan, serta kemakmura bisnis bergantung pada produktivitas masyarakat untuk kepentingan dan keuntungan komunitasnya sendiri. Dalam makna kontemporernya, ekonomi politik mengacu pada pendekatan yang berbeda namun terkait untuk mempelajari perilaku ekonomi, mulai dari kombinasi ekonomi dengan bidang lain hingga penggunaan berbagai asumsi mendasar yang menantang asumsi ekonomi sebelumnya. Utilitas, kekayaan, nilai, komoditas, tenaga kerja, tanah, modal serta hubunannya dengan instutusi negara serta kebijakan politik pemerintah adalah elemen penting dari teori ekonomi politik.

Saat ini, ekonomi politik merujuk pada studi interdisipliner yang memanfaatkan ilmu ekonomi, sosiologi dan politik dalam menjelaskan bagaimana institusi politik, lingkungan politik, dan sistem ekonomi (kapitalis, sosialis, komunis, atau campuran) saling memengaruhi. The Journal of Economic Literature mengklasifikasikan ekonomi politik ke dalam 3 sub bidang, yaitu:

  1. Peran pemerintah dan / atau kelas atas dan hubungna antara kekuasaan dalam alokasi sumber daya untuk setiap jenis sistem ekonomi
  2. Ekonomi politik internasional, yang mempelajari dampak ekonomi pada hubungan internasional
  3. Model ekonomi dari proses politik atau eksploitatif. Sebagian besar pendekatan ekonomi politik berasal dari public choice theory (teori pilihan public) di satu sisi dan ekonomi politik radikal di sisi lain, dan keduanya berasal dari tahun 1960-an.

Teori pilihan publik adalah microfoundation theory yang terkait erat dengan ekonomi politik. Para ekonom dan ilmuwan politik sering mengaitkan ekonomi politik dengan pendekatan asumsi pilihan rasional, khususnya dalam teori permainan (game theory) dalam memeriksa realitas di luar standar standar ekonomi, seperti kegagalan pemerintah dan pengambilan keputusan yang kompleks. Topik tradisional lainnya adalah analisis kebijakan publik seperti regulasi ekonomi, monopoli, perburuan rente, perlindungan pasar, korupsi institusional dan politik distribusi. Analisis empiris mencakup pengaruh pemilihan pada pilihan kebijakan ekonomi, faktor penentu dan model perkiraan hasil pemilu, siklus bisnis politik, independensi bank sentral dan politik defisit berlebihan.

Fokus terbaru adalah pada pemodelan kebijakan ekonomi dan lembaga-lembaga politik untuk interaksi antara agen dan lembaga-lembaga ekonomi dan politik, termasuk perbedaan yang tampak dari kebijakan ekonomi dan rekomendasi ekonom melalui lensa biaya transaksi. Dari pertengahan 1990-an, bidang ini telah berkembang, sebagian dibantu oleh set data lintas-nasional yang memungkinkan tes hipotesis pada sistem dan institusi ekonomi komparatif. Topik ini mencakup perpecahan negara-negara, asal-usul dan tingkat perubahan institusi politik dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi, pembangunan, pasar dan regulasi keuangan, pentingnya lembaga, keterbelakangan, reformasi dan ekonomi transisi, peran budaya, etnis dan gender dalam menjelaskan hasil ekonomi, kebijakan ekonomi makro, lingkungan, keadilan dan hubungan konstitusi dengan kebijakan ekonomi, teoritis dan empiris.

 

Kontributor: Wijatnika

Referensi:

  • Weingast, Barry R., and Donald Wittman, ed., 2008. The Oxford Handbook of Political Economy. Oxford UP.
  • Gilpin, Robert (2001), Global Political Economy: Understanding the International Economic Order, Princeton. Description and ch. 1, ” The New Global Economic Order” retrieved from http://assets.press.princeton.edu/chapters/s7093.pdf
  • Bolton, Patrick, and Gérard Roland (1997). “The Breakup of Nations: A Political Economy Analysis,” Quarterly Journal of Economics, 112(4), pp. 1057–1090
  • Alesina, Alberto, and Roberto Perotti (1994). “The Political Economy of Growth: A Critical Survey of the Recent Literature,” World Bank Economic Review, 8(3), pp. 351–371.
  • Keefer, Philip (2004). “What Does Political Economy Tell Us about Economic Development and Vice Versa?” Annual Review of Political Science, 7, pp. 247–72
  • Perotti, Enrico (2014). “The Political Economy of Finance”, in “Capitalism and Society” Vol. 9, No. 1, Article 1
  • “Chang, H. J. (2002). Breaking the Mould – An Institutionalist Political Economy Alternative to the Neo-Liberal Theory of the Market and State”, in “Cambridge Journal of Economics”, 26
  • Acemoglu, Daron, and James A. Robinson (2006). “Economic Backwardness in Political Perspective,” American Political Science Review, 100(1), pp. 115–131
  • Sturzenegger, Federico, and Mariano Tommasi (1998). The Polítical Economy of Reform, MIT Press
  • Manor, James (1999). The Political Economy of Democratic Decentralization, The World Bank. ISBN 9780821344705
  • Alesina, Alberto F. (2007:3) “Political Economy,” NBER Reporter, pp. 1–5
  • Drazen, Allan (2000). Political Economy in Macroeconomics, Princeton.
  • Dietz, Simon, Jonathan Michie, and Christine Oughton (2011). Political Economy of the Environment an Interdisciplinary Approach, Routledge
  • Zajac, Edward E. (1996). Political Economy of Fairness, MIT Press
  • Persson, Torsten, and Guido Tabellini (2000). Political Economics: Explaining Economic Policy, MIT Press.