Office 8, level 18-A Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53 Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan
085157374451

Metode Campuran

Studio

Metode Campuran atau Mixed Methods adalah jenis penelitian di mana peneliti menggabungkan unsur-unsur pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif (Johnson et al. 2007). Metode campuran berfokus pada pengumpulan, analisis, dan pencampuran data kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi atau serangkaian studi. Premis dasar penggunaan metode campuran adalah bahwa menggabungkan lebih dari satu jenis sumber data memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang masalah penelitian daripada pendekatan tunggal atau mono-metode. Menurut Creswell dan Plano Clark (2011, p. 12) setidaknya ada enam potensi keuntungan untuk mengintegrasikan sejumlah pendekatan secara metodologis, yaitu:

  1. Kekuatan dari satu pendekatan mengimbangi kelemahan pendekatan yang lain.
  2. Jika digunakan dengan benar, metode campuran dapat memberikan lebih banyak bukti yang komprehensif dan meyakinkan.
  3. Metode campuran dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian tertentu meskipun pendekatan metode tunggal tidak dapat.
  4. Metode campuran dapat mendorong kolaborasi antar disiplin ilmu.
  5. Metode campuran mendorong penggunaan berbagai pandangan / paradigma dalam dunia penelitian.
  6. Metode campuran “praktis” karena memungkinkan penggunaan berbagai teknik dan pendekatan yang paling baik dalam menjawab pertanyaan penelitian.

Tujuan umum metode campuran adalah menggabungkan komponen penelitian kualitatif dan kuantitatif guna memperluas dan memperkuat kesimpulan penelitian. Penggunaan metode campuran harus berkontribusi dalam menjawab pertanyaan penelitian dan bagaimana pengetahuan serta validitasnya akurat. Satu sumber data mungkin tidak cukup, seperti Hasil awal perlu dijelaskan lebih lanjut; metode kedua diperlukan untuk mendukung metode utama; dan proyek yang diteliti memiliki multi-fase.

Para pakar mengembangkan tipologi metode campuran untuk menggambarkan berbagai cara yang berbeda agar metode kualitatif dan kuantitatif dapat dimasukkan ke dalam studi penelitian yang sama. Deskripsi yang diberikan berada pada tingkat sumatif; sebagian besar tipologi memiliki beberapa sublevel. Tipologi paling sederhana adalah sistem klasifikasi empat kuadran David Morgan (1998). Morgan menggunakan dimensi temporalitas dan penekanan metode (dikenal sebagai pembobotan) untuk membedakan empat jenis desain dasar. Temporalitas mengacu pada urutan waktu masing-masing metode digunakan dalam durasi penelitian, dan pembobotan adalah metode mana yang tim peneliti tetapkan prioritas sesuai dengan pertanyaan penelitian mereka. Per-notasi metode campuran standar, penekanan metode dilambangkan dengan huruf besar untuk metode primer dan huruf kecil untuk metode pelengkap. Urutan masing-masing metode relatif terhadap yang lain ditunjukkan oleh panah.

Desain metode campuran memiliki beberapa karakteristik yang harus dipertimbangkan selama proses desain, yaitu: tujuan pencampuran, dukungan teori, time frame, titik integrasi, penggunaan tipologis, dan tingkat kerumitan.

Salah satu area yang kurang berkembang dalam penelitian metode campuran adalah proses integrasi data. Namun, beberapa kerangka kerja dasar untuk mengintegrasikan data memang ada, yang menggambarkan perbedaan konseptual dan prosedural antara desain sekuensial dan bersamaan. Selama integrasi data, analis mencari bukti onvergensi, divergensi, atau kontradiksi antara dua dataset.

Selain itu, Creswell dan Plano Clark (2011) menekankan fakta bahwa penelitian metode campuran memerlukan banyak waktu, upaya dan sumber daya dari peneliti, terutama jika bekerja secara mandiri. Juga terkait sejumlah akademisi yang menolak pendekatan metode campuran dengan alasan filosofis, karena mereka percaya itu adalah konglomerasi dari sikap yang berbeda yang membuat mereka tertutup terhadap kemungkinan kejujuran metode campuran. Meskipun sebenarnya, metode pendekatan ini praktis, di mana peneliti memiliki kesempatan mengatasi masalah melalui penggunaan angka dan narasi, dan pelung untuk menggunakan metode penelitian yang paling signifikan membantu menjawab pertanyaan penelitian.

 

Kontributor: Wijatnika

Referensi:

  • Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2011). Designing and conducting mixed methods research (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: SagePublications, Inc
  • Sami Almalki. (2016). Integrating Quantitative and Qualitative Data in Mixed Methods Research—Challenges and Benefits. Journal of Education and Learning; Vol. 5, No. 3; 2016 ISSN 1927-5250 E-ISSN 1927-5269 Published by Canadian Center of Science and Education. doi:10.5539/jel.v5n3p288, retrieved from: http://dx.doi.org/10.5539/jel.v5n3p288