Office 8, level 18-A Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53 Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan
085157374451

Satu Dekade Evaluasi untuk Aksi Pencapaian SGDs 2030

Studio

Pada September 2019, Sekjen PBB meluncurkan “Decade of Action” dalam rangka mempercepat pencapaian Tujuan Pembanguan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030. Dalam konteks evaluasi, hal ini bermakna sebagai seruan bagi pelaku evaluasi di seluruh dunia untuk melakukan advokasi kapasitas evaluasi yang kuat dalam mengawal kebijakan pembangunan berbasis bukti.

Hanya sepuluh tahun tersisa bagi negara-negara di dunia dalam menjalankan berbagai program untuk mempercepat pencapaian tujuan SDGs. Tahun 2020 ini, bahkan kita dihadapkan pada pandemi COVID-19 yang memukul kehidupan sosial dan ekonomi. Ketika dunia memerangi pandemi COVID-19, dorongan terkoordinasi untuk evaluasi yang berpengaruh dan relevan dalam memastikan respons dan pemulihan didukung oleh bukti sangat diperlukan.

Dalam peluncuran kampanye #Eval4Action, Margo Segone selaku direktur UNFPA mengatakan bahwa kampanye evaluasi untuk aksi ini dilakukan untuk mengembangkan kapasitas evaluasi nasional untuk menginformasikan upaya percepatan pencapaian tujuan SDSs. Paska dibentuknya jaringan evaluasi kaum muda pada 2015, kampanye #Eval4Action memiliku dua tujuan, yaitu:

  1. Mempromosikan pengakuan evaluasi dalam percepatan pencapaian tujuan SDGs 2030.
  2. Memobilisasi komitmen para pemangku kepentingan seperti DPR, Pemerintah, dan Asosiasi Evaluasi untuk berinvestasi dalam sistem evaluasi yang kuat untuk menginformasikan kebijakan publik, terutama yang berfokus pada kebijakan bahwa tak satupun warga negara ditinggalkan oleh program pembangunan.

Evaluasi merupakan peluang startegis dalam mempercepat proses penyampaian keberhasilan suatu program berbasis bukti, seperti apa yang dilakukan, siapa yang melakukannya, siapa sasaran programnya dan dalam situasi yang bagaimana program tersebut dijalankan.

Dalam hal ini, Ketua Jaringan Global Evaluasi Pemuda (EvalYouth Global Network) Khalil Bitar, mengatakan bahwa tanpa kapasitas dan sistem evaluasi nasional yang kuat, tujuan SDGs kemungkinan tidak dapat tercapai. Demikian juga tanpa kontribusi dan partisipasi kaum muda dalam evaluasi, tujuan global pembangunan mungkin semakin mundur. Sehingga, pusat dari kampanye evaluasi ini sesungguhnya kaum muda.  Kita juga perlu menempatkan evaluasi sebagai bagian penting dari proses pembuatan kebijakan, dan untuk melakukannya diperlukan upaya terkoordinasi secara global untuk menjawab kesenjangan evaluasi. Hal ini perlu dilakukan guna menginspirasi pemerintah masing-masing negara untuk menggunakan masukan dari para evaluator dalam membuat kebijakan lokal dan nasional dalam mencapai tujuan akuntabilitas publik dan pemerintahan yang bersih.